Pemerintahan

Dikes KSB Pastikan, Pemberian Vaksin MR Kembali Dilanjutkan

Taliwang, – Dinas Kesehatan (Dikes) melalui tenaga medis, akan kembali melakukan pemberian vaksin atau pemberian imunisasi Measles Rubella (RM). Keputusan itu sesuai hasil pertemuan dengan melibatkan sejumlah komponen yang dipimpin Bupati KSB pada Selasa 7/8 kemarin.

“Kami bersyukur telah disepakati bahwa pemberian vaksin MR bisa dilanjutkan, tetapi harus mendapatkan persetujuan dari orang tua. Keputusan itu akan disampaikan kepada petugas yang nantinya berada dilapangan untuk pemberian vaksin,” tandas H Tuwuh, SA.p selaku kepala Dikes Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kemarin.

Diakui H Tuwuh, dalam dua hari terakhir ini, pihaknya memang telah melarang seluruh petugas untuk melakukan pemberian vaksin dimaksud, lantaran ada pertentangan terkait fatwa Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Kami bersyukur atas kesemaan persepsi soal vaksin tersebut, karena hal penting bukan saja menyangkut halal haram, tetapi juga untuk menjaga kesehatan anak,” lanjutnya.

Disampaikan juga bahwa sejak dimulainya pada pekan lalu, petugas kesehatan telah berhasil memberikan vaksin terhadap 3.806 anak dari target keseluruhan mencapai 40.363 anak. “Semoga kembali melaksanakan pemberian vaksin akan bisa menuntaskan target dimaksud,” bebernya.

Sebagaia informasi, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek telah bertemu dengan Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin untuk membahas masalah vaksin MeaslesRubella (MR). Pada pertemuan tersebut, Kementerian Kesehatan akan menunda pemberian vaksin MR bagi masyarakat muslim. Penundaan tersebut berkaitan dengan belum diajukannya sertifikasi halal vaksin yang diproduksi oleh Serum Institut of India (SII). Untuk itu, Menkes dan Dirut PT Biofarma sebagai importir akan segera mengajukan sertifikasi halal dan permohonan tentang fatwa imunisasi MR. **