Politik

KPU KSB Laksanakan Sosialisasi Tahapan Pada Setiap Kecamatan

Taliwang, – Dalam rangka menyukseskan pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang direncanakan pada 9 Desember 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus lebih intens untuk melakukan sosialisasi sebagai upaya ajakan kepada masyarakat, lantaran sekarang ini sedang dalam pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Sebagai bentuk tanggung jawab sebagai penyelenggara, kami harus lebih intens untuk melakukan sosialisasi tentang tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), namun harus sesuai PKPU 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali kota serentak lanjutan dalam kondisi bencana nonalam Covid-19,” kata Herman Jayadi S.Ip selaku komisioner KPU KSB pada divisi Organisasi, Parmas dan SDM.

Masih keterangan Herman Jayadi, KPU KSB sekarang tidak lagi melaksanakan sosialisasi terpusat di kecamatan Taliwang selaku ibukota Kabupaten, tetapi memberikan tanggung jawab kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Sosilaisasi yang sudah kami laksanakan maupun yang akan kembali dilaksanakan tetap berbasis Kecamatan atau tanggung jawab dipercayakan kepada PPK,” lanjutnya, sambil menegaskan bahwa Protokol Kesehatan tetap menjadi perhatian.

Meskipun ada kepercayaan kepada PPK sebagai pelaksana kegiatan sosialsiasi, komisioner KPU KSB tetap menjadi penanggung jawab mutlak, sehingga dibagi 5 orang komisioner ditunjuk sebagai koordinator, seperti, Denny Saputra, S.Pd selaku ketua KPU KSB menjadi koordinator untuk Kecamatan Jereweh. Kecamatan Seteluk dan Kecamatan Poto Tano dikoordinir Rahmat Riyadi, M.Si, Kecamatan Taliwang dikoordinir Jalaluddin. MP, Kecamatan Brang Rea dikoordinir Deniwan Putra, SE sementara Kecamatan Sekongkang dan Kecamatan Maluk dikoordinir Herman Jayadi, S.AP.

Dikesempatan itu Herman Jayadi menegaskan, pembagian kegiatan sosialisasi bukan hanya menyelesaikan tanggung jawab KPU KSB, tetapi juga untuk memastikan bahwa hasilnya lebih baik, efektif dan juga efesien jika dibandingkan pelaksanaannya hanya berpusat di kabupaten. “Salah satu target besar kami adalah peningkatan partisipasi pemilih, jadi dengan melaksanakan sosialisasi pada semua kecamatan diyakini bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat,” tuturnya.

Disampaikan juga bahwa KPU telah melaksanakan sosialisasi secara massif sampai ketingkat desa melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS), karena semua petugas KPU KSB memiliki tanggung jawab yang sama. “Sekarang Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) sedang menjalankan tahapan pendaftaran Pemilih atau tahapan pemutahiran data pemilih dan pencoklitan yang dilaksanakan dari rumah ketumah (Door to Door) tanpa terkecuali satupun orang yang tidak di data dan kami menyadari bahwa petugas kami adalah salah satu penyambung lidah untuk menyampaikan dan mensosialisasikan program dan tahapan secara peace to piace dengan masyarakat baik masyarakat elit menengah sampai dengan masyarakat tingkat bawah (gras rood).

Kegiatan pencoklitan adalah kegiatan penelitian dan pencocokan terhadap pemilih yang terdaftar dalam A KWK atau daftar pemilih berbasis By Name dan By Adress dengan mekanisme atau cara sensus dan bertemu langsung dengan pemilih serta dengan syarat pemilih harus menunjukkan identitas diri berupa KTP EL, Suket dan KK yang beralamatkan Sumbawa Barat.

Sosialilsasi tersebut secara umum bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar masyarakat dapat saling mengingatkan tentang pentingnya  proses Demokrasi. Selain itu juga memberikan informasi secara umum tentang tahapan dan jadwal Pemilihan Bupati dan wakil Bupati di Bumi pariri lema bariri ini dan juga untuk meningkatkan partisipasi masyarkat dala mmenyambut pemilihan Bupati di Sumbawa Barat. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut dihadirkan oleh keterwakilan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa,  tokoh masyarakat, tokoh perempuan, Pemilih Muda dan Pemilih Pemula dengan tetap mengedepankan protocol kesehatan. “Kami berharap melalui sosialisasi yang intens dilakukan bisa mengajak masyarakat untuk pro aktif mendatangi petugas supaya terdaftar sebagai pemilih dan pastinya mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pencoblosan yang direncanakan pada 9 Desember 2020 mendatang,” harapnya. **