Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Sumbawa Kunjungi RSUD Asy-Syifa

Taliwang, – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah menyatakan kesiapan untuk menerima layanan Medical Check Up (MCU) skala besar atau pengecekan berkala kesehatan karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Hal itu yang menjadi dasar UPTD Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Sumbawa melakukan kunjungan, sekaligus pengecekan secara langsung terkait kesiapan.

Andy Suhaeri, S.ST., MM.Inov selaku direktur RSUD Asy-Syifa mengatakan, jika kesiapan melaksanakan program pemeriksaan kesehatan khusus karyawan tambang menjadi salah satu target capaian, sehingga seluruh prasarana pendukung dan fasilitas yang dibutuhkan telah disiapkan. “Kami telah menerima kunjungan yang merupakan bagian dari verifikasi secara langsung dari pihak pengawas tenaga kerja,” akunya.

Masih keterangan Andy Suhaeri, pihak RSUD Asy-Syifa sangat serius untuk memberikan layanan kesehatan dimaksud, sehingga para tenaga kesehatan yang akan terlibat sudah mendapat pembekalan teknis, supaya memahami prosedural dan tahapan pemeriksaan MCU tersebut. “Kami sangat siap dengan standar pelayanan yang sesuai regulasi,” lanjutnya.

Hal penting lain yang disampaikan Andy Suhaeri, persiapan untuk memberikan layanan khusus karyawan bukan sekedar untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor RSUD Asy-Syifa, tetapu juga dalam rangka meningkatkan layanan kepada masyarakat secara umum. “Sarana layanan yang disiapkan bukan hanya untuk para pekerja, tetapi juga kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” tegasnya.

Nur Amunawarman selaku kepala tim UPTD Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Sumbawa saat mengunjungi RSUD Asy-Syifa mengaku sangat apresiatif dengan fasilitas pendukung layanan kesehatan yang tersedia, termasuk penataan ruangan, kesiapan alat serta koordinasi antar unit dalam percepatan layanan sudah terpenuhi. “Secara umum bisa dikatakan sudah memenuhi aspek tehnis,” ungkapnya.

Menurutnya, verifikasi ini tidak hanya menilai standar teknis, tetapi juga memastikan kenyamanan dan kecepatan layanan yang menjadi kebutuhan mendasar bagi para pekerja industri yang bekerja dengan ritme tinggi. “Rumah sakit ini menunjukkan kesiapan yang lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya,” timpalnya.

Kunjungan itu juga menjadi momentum evaluasi dan dialog terbuka antara Balai Pengawasan dan pihak rumah sakit. Beberapa catatan teknis disampaikan sebagai bagian dari penyempurnaan, sementara RSUD Asy-Syifa’ mencatat seluruh rekomendasi untuk ditindaklanjuti.

Ke depan, kerja sama antara RSUD Asy-Syifa’, Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, serta AMNT diharapkan memperkuat sistem pelayanan kesehatan tenaga kerja di wilayah tersebut. Apalagi aktivitas industri pertambangan di Sumbawa Barat terus tumbuh dan menuntut layanan kesehatan yang profesional serta terstandarisasi. **