BPBD KSB Perkuat Respon dan Kesiapsiagaan Pasca Cuaca Ekstrem

Taliwang, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan penanganan dan penguatan kesiapsiagaan pascabencana cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu, sebagai bagian dari upaya mitigasi dan perlindungan masyarakat dari potensi dampak lanjutan.

Abdullah selaku Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KSB menegaskan, sejak kejadian angin kencang disertai hujan dan petir tersebut, pihaknya langsung mengaktifkan langkah-langkah penanganan darurat sekaligus menyiapkan skema antisipasi apabila cuaca ekstrem kembali terjadi.

“Sejak awal kejadian, kami tidak hanya fokus pada respons cepat, tetapi juga memastikan warga terdampak bisa segera terlindungi dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” kata Abdullah saat dikonfirmasi media ini, kemarin.

BPBD KSB melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) telah melakukan asesmen menyeluruh di wilayah terdampak, meliputi Kecamatan Brang Ene, Taliwang, dan Maluk. Pendataan kerusakan rumah warga, warung, serta fasilitas lingkungan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan dan penentuan kebutuhan mendesak di lapangan.

“Asesmen ini penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.

Selain pendataan, BPBD KSB juga menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan, terpal, dan perlengkapan darurat lainnya kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan, khususnya pada bagian atap.

Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban warga sekaligus menjadi solusi sementara agar rumah tetap dapat ditempati. “Terpal kami distribusikan agar rumah warga tidak semakin rusak jika hujan kembali turun,” jelas Abdullah.

Dalam proses penanganan, BPBD KSB memperkuat koordinasi lintas sektor dengan TNI/Polri, pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan. Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan, termasuk pembersihan pohon tumbang yang sempat mengganggu akses jalan dan aktivitas masyarakat. Menurut Abdullah, sinergi antar instansi menjadi kunci agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Tidak berhenti pada penanganan darurat, BPBD KSB juga terus menyebarkan informasi dan himbauan kewaspadaan kepada masyarakat. Edukasi terkait potensi bencana hidrometeorologi disampaikan agar warga lebih siap dan tidak panik saat menghadapi cuaca ekstrem.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengamankan lingkungan sekitar, dan segera melapor jika terjadi kondisi membahayakan,” tandas Abdullah. **