Taliwang, – Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat kembali menunjukkan langkah maju. RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk penguatan jejaring layanan rujukan.
Kegiatan dimulai dengan kunjungan visitasi tim pengampuan layanan kanker yang dipimpin oleh Dr. Ni Nyoman Ayuningsih, S.Kp., M.M. Mereka lebih dulu diterima oleh Bupati Sumbawa Barat di Graha Fitrah. Suasana pertemuan berlangsung hangat, mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menegaskan pentingnya kerja sama lintas institusi guna memperkuat layanan rujukan daerah. Kolaborasi ini dinilai menjadi fondasi penting bagi daerah yang sedang terus membenahi fasilitas kesehatan.
Usai pertemuan dengan Bupati, rombongan melanjutkan agenda ke RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat. Disinilah penandatanganan PKS dilakukan sebagai penanda dimulainya jejaring pengampuan untuk layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA).
Penandatanganan dilakukan dalam suasana penuh harapan. Pihak RSUD Asy-Syifa’ dan RSUP Prof Ngoerah sepakat untuk membangun pola pendampingan berkelanjutan, baik dalam aspek peningkatan SDM, tata kelola layanan, maupun penguatan sarana prasarana.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Visitasi Dr. Ni Nyoman Ayuningsih mengapresiasi keseriusan RSUD Asy-Syifa’ dan pemerintah daerah. Menurutnya, komitmen yang ditunjukkan menjadi modal besar menuju peningkatan layanan rujukan di daerah.
“Kami melihat kesiapan yang sangat baik. Melalui jejaring pengampuan ini, pendampingan akan dilakukan secara terukur agar layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, dan KIA dapat berjalan sesuai standar,” ujarnya, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menambahkan, pengampuan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses pendampingan menyeluruh agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Terlebih kebutuhan layanan prioritas selama ini masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Seusai penandatanganan PKS, tim visitasi melakukan peninjauan langsung ke sejumlah ruangan pelayanan RSUD Asy-Syifa’. Mereka melihat kesiapan alur layanan, kebutuhan alat, ruang tindakan, serta dukungan tenaga medis.
Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial. Baginya, ini adalah tonggak penting dalam mewujudkan layanan rujukan yang lebih baik, terutama menghadirkan layanan kanker yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat Sumbawa Barat.
“Dengan pendampingan dari RSUP Prof Ngoerah, kami optimistis bisa menghadirkan layanan prioritas yang lebih aman, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh masyarakat,” jelas Andy.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan tidak bisa dicapai dalam sekejap, tetapi membutuhkan tahapan yang pasti. Kerja sama ini membantu RSUD Asy-Syifa’ memiliki arah yang lebih terukur.
Ia melanjutkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat turut menyambut baik kerja sama ini. Upaya memperkuat layanan rujukan prioritas dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama agar pasien tidak lagi harus sering dirujuk ke luar daerah.
“Jejaring pengampuan menjadi solusi konkret dalam mempercepat pemerataan layanan kesehatan, sekaligus meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah untuk memberikan layanan yang lebih komprehensif,” pungkasnya.
Melalui visitasi dan kerja sama ini, RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat diharapkan dapat berkembang menjadi rumah sakit rujukan yang lebih siap menghadapi tantangan kesehatan modern. Harapan utamanya jelas: masyarakat Sumbawa Barat mendapatkan layanan terbaik tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota lain. **