Taliwang, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendorong percepatan transformasi PT BPR NTB (Perseroda) menuju sistem syariah dengan menyuntikkan penyertaan modal sebesar Rp50 miliar. Langkah ini ditargetkan mendukung proses konversi penuh menjadi bank syariah pada tahun ini sekaligus memperkuat peran bank daerah dalam mendorong ekonomi lokal.
H. Amar Nurmansyah, ST, M.Si selaku Bupati KSB menegaskan penyertaan modal tersebut menjadi komitmen konkret daerah dalam mendorong sistem keuangan berbasis syariah. “Kita ingin proses konversi ini berjalan cepat dan terukur. Penyertaan modal Rp50 miliar ini bentuk keseriusan pemerintah daerah,” ujarnya.
H. Amar sapaan akrab Bupati menilai, transformasi ke sistem syariah bukan sekadar perubahan label, melainkan perubahan model bisnis dan tata kelola. Pemerintah daerah ingin BPR NTB tumbuh sebagai lembaga keuangan yang kuat, sehat, dan mampu menjangkau pelaku usaha kecil serta masyarakat hingga wilayah pedesaan.
“Konversi syariah kita targetkan rampung tahun ini. Kita ingin bank daerah ini lebih kompetitif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Suntikan modal tersebut memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan. Dengan dukungan tambahan modal, manajemen BPR NTB dapat memperluas pembiayaan berbasis prinsip syariah, termasuk untuk sektor UMKM, pertanian, dan perdagangan lokal.
Langkah Pemerintah KSB juga memperlihatkan arah kebijakan ekonomi daerah yang proaktif. Pemerintah tidak hanya menempatkan bank daerah sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai instrumen pembangunan.
“Transformasi syariah nampak selaras dengan karakter sosial dan religius masyarakat NTB, sekaligus membuka peluang pasar baru,” beber Bupati.
Dari sisi tata kelola, konversi syariah menuntut penyesuaian sistem operasional, regulasi internal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah meminta manajemen menjalankan proses tersebut secara profesional dan sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kami ingin bank ini menjadi kebanggaan daerah dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Sumbawa Barat,” harapnya. **