Taliwang, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menerapkan strategi unik untuk menuntaskan 30 juz Al-Qur’an setiap hari melalui pembagian tugas satu lembar bacaan bagi setiap pegawai selama bulan suci Ramadhan 1447 H.
Kegiatan tadarus kolektif setiap ba’da zuhur yang berlangsung di Masjid Agung Darussalam ini melibatkan seluruh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga staf di lingkup Kemutar Telu Center (KTC).
Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, memimpin langsung agenda rutin tahunan tersebut. Aparatur Sipil Negara (ASN) memulai rangkaian kegiatan dengan shalat Zuhur berjamaah sebelum berkumpul membentuk lingkaran tadarus.
Melalui sistem pembagian satu lembar per orang, ribuan ASN mampu menyelesaikan seluruh isi kitab suci dalam waktu yang sangat efisien setiap harinya.
Hj. Hanipah menjelaskan, metode ini merupakan cara efektif untuk memastikan seluruh pegawai terlibat aktif dalam menghidupkan suasana bulan suci Ramadhan. Dengan membagi bacaan secara merata, target khataman 30 juz bukan lagi hal yang mustahil untuk dicapai meski di tengah kesibukan melayani masyarakat.
“Kegiatan ini akan berlangsung secara rutin setiap ba’da shalat Zuhur, mulai dari hari Senin sampai Kamis. Ini adalah bentuk komitmen kita untuk menghidupkan suasana Ramadhan di lingkup KTC agar lebih religius dan penuh keberkahan,” ujar Wabup.
Menurut Wabup, tadarus bersama ini merupakan sarana untuk mempererat silaturahmi antar pegawai lintas OPD. Hj. Hanipah berharap rutinitas ini dapat memberikan dampak positif pada kinerja ASN dengan landasan iman yang kuat selama menjalankan ibadah puasa.
“Saya berharap agar kegiatan ini dapat menambah keimanan bagi para karyawan. Tentunya, ini menjadi ladang pahala yang besar selama kita menjalankan ibadah di bulan suci tahun ini,” tambah Wabup.
Suasana Masjid Agung Darussalam tampak lebih khusyuk dengan lantunan ayat suci yang bergema secara serentak dari ratusan lisan ASN. Setelah tuntas melaksanakan tugas membaca satu lembar yang diberikan, para pegawai kembali ke instansi masing-masing untuk melanjutkan pelayanan publik.
Integrasi antara nilai ibadah dan budaya kerja ini telah menjadi tradisi tahunan di Kabupaten Sumbawa Barat. Dengan manajemen waktu yang tepat, pemerintah KSB membuktikan bahwa kesibukan birokrasi tidak menghalangi para pelayan publik untuk meraih keutamaan spiritual di bulan Ramadhan. **