Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu, DKP KSB ‘Obral’ Stok Saat GPM

Taliwang, – Lonjakan harga kebutuhan pokok, terutama cabai rawit yang kini menembus angka Rp200.000 per kilogram di pasaran, memicu langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP), pemerintah daerah langsung “mengobral” stok komoditas pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

Langkah intervensi ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah melambungnya harga pangan di bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kehadiran pasar murah ini menyedot perhatian ratusan ibu rumah tangga yang rela mengantri demi mendapatkan harga bahan pokok dengan selisih yang sangat signifikan.

“Kami memberikan subsidi lebih dari 60 persen agar masyarakat tetap dapat menjangkau harga bahan pokok, terutama saat harga cabai di pasar hampir mencapai Rp200.000 per kilogram,” tegas Kepala DKP KSB, Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., di sela-sela kegiatan.

Dalam aksi tanggap harga tersebut, DKP menyuplai sedikitnya 100 kilogram cabai yang ludes dalam waktu singkat. Jika di pasar umum warga harus merogoh kocek sangat dalam, pada gelaran GPM ini masyarakat cukup membayar Rp12.000 per bungkus atau setara Rp48.000 per kilogram untuk cabai rawit. Harga tersebut tentu menjadi oase di tengah “pedasnya” harga pasar yang mencekik kantong warga.

“Kecamatan Seteluk merupakan lokasi kedua pelaksanaan GPM hari ini bersamaan dengan Kecamatan Brang Rea, setelah sebelumnya kami laksanakan perdana di Taliwang,” tambah Nurul Syaspri menjelaskan jadwal distribusi pangan murah tersebut.

Apresiasi dari Masyarakat

Sekretaris Kecamatan Seteluk, Apriadi, S.E., M.M.Inov., memberikan apresiasi tinggi atas inisiasi pemerintah daerah yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga. Ia menilai GPM bukan sekadar pasar murah, melainkan benteng pertahanan ekonomi keluarga di tengah fluktuasi harga nasional yang tidak menentu.

“GPM menjadi langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau saat harga kebutuhan pokok terus merangkak naik,” ujar Apriadi saat memberikan sambutan di depan warga.

Keuntungan ini dirasakan langsung oleh Ibu Suhartini, salah seorang warga desa Seteluk Tengah. Ia mengaku sangat terbantu karena bisa menghemat pengeluaran dapur hingga lebih dari separuh harga biasanya, terutama untuk komoditas minyak goreng dan cabai yang menjadi kebutuhan harian.

“Biasanya sebelum Ramadhan harga cabai di pasar bisa mencapai Rp130.000, bahkan sekarang lebih mahal lagi. Di sini jauh lebih murah, minyak goreng saja hanya Rp15.000 per liter,” ungkap Suhartini dengan wajah semringah.

Pemerintah KSB berkomitmen terus memperluas jangkauan GPM secara bertahap ke seluruh kecamatan. Langkah ini menjadi komitmen nyata daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan memastikan ketahanan pangan tetap terjaga menyongsong hari besar keagamaan nasional tahun ini. **