Taliwang, – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Badaruddin Duri, mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan suasana kondusif selama bulan suci Ramadan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan mengenai aktivitas sejumlah anak-anak yang dinilai mengganggu ketenangan lingkungan saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa.
Dalam keterangannya, Badaruddin Duri menegaskan pentingnya peran bersama dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan selama bulan Ramadan. Ia mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama pada waktu-waktu rawan seperti menjelang berbuka puasa dan setelah salat tarawih.
Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat KSB untuk menjaga ketertiban di bulan puasa. Jaga anak-anak kita, jangan sampai anak-anak kita membuat gaduh yang dapat mengakibatkan terganggunya orang yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ungkapnya.
Menurutnya, bulan Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, suasana lingkungan yang tertib dan kondusif menjadi hal yang sangat penting agar seluruh umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa gangguan.
Ia mengaku menerima laporan dari masyarakat terkait masih adanya anak-anak yang bermain hingga larut malam, menyalakan petasan, atau membuat keributan di lingkungan perumahan maupun masjid. Hal tersebut, kata dia, tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
“Karna saya mendapatkan laporan masih ada anak-anak yang mengganggu ketertiban dalam lingkungan. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya menghormati orang yang sedang beribadah,” tegasnya.
Selain kepada orang tua, ia juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat keamanan untuk bersama-sama melakukan pembinaan secara persuasif kepada anak-anak dan remaja. Edukasi yang baik dinilai lebih efektif dalam menanamkan kesadaran ketimbang pendekatan yang bersifat represif. **