Taliwang, – Peluang emas menghampiri angkatan kerja muda di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang ingin menembus industri pertambangan. Pemerintah KSB resmi meluncurkan beasiswa pelatihan mekanik alat berat hasil kolaborasi dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Program ini menawarkan fasilitas istimewa berupa pembebasan biaya pelatihan, uang saku, seragam, hingga akomodasi dan transportasi penuh bagi peserta.
Pendaftaran program tahap pertama ini telah dibuka sejak 11 Maret hingga 31 Maret 2026 mendatang. Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi, mengajak talenta muda untuk segera memanfaatkan kesempatan langka ini.
“Sinergi ini bertujuan melahirkan tenaga kerja lokal yang unggul, profesional, dan siap bersaing. Jadi para anak muda yang punya minat ikut program itu silakan mendaftar,” ujarnya, kemarin.
Program beasiswa ini merupakan buah kerja sama antara AMMAN, lembaga pendidikan vokasi UT School, dan Balai Latihan Kerja (BLK) KSB. Peserta terpilih akan menjalani masa pendidikan selama satu tahun penuh yang terbagi dalam dua fase utama.
Fase pertama mencakup empat bulan pelatihan teori di dalam kelas, kemudian berlanjut dengan delapan bulan pelatihan langsung di lapangan. Model pelatihan intensif ini menjamin peserta mendapatkan keahlian teknis yang mendalam dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Slamet menjelaskan, peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikasi kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selain sertifikat, lulusan memiliki peluang besar melalui program job connect yang menghubungkan mereka langsung dengan jaringan industri alat berat.
Calon pelamar harus memenuhi sejumlah persyaratan utama, seperti warga asli KSB dan berusia maksimal 24 tahun. Pendidikan minimal adalah lulusan SMA atau sederajat serta memiliki minat kuat pada bidang alat berat.
“Pendaftar juga harus siap mengikuti seluruh tahapan seleksi ketat mulai dari tes fisik, psikotes, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan (MCU),” papar Kadis.
Kehadiran beasiswa gratis ini sekaligus menjadi angin segar di tengah tingginya biaya pendidikan vokasi mekanik saat ini. Melalui peningkatan kompetensi ini, pemerintah optimis angka pengangguran di KSB dapat ditekan melalui serapan tenaga kerja profesional. **