RSUD Asy-Syifa KSB Pisahkan Layanan VCT Khusus Pasien HIV/AIDS

Sumbawabaratpost.com

SETELUK — RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan komitmennya dalam menjaga privasi, kenyamanan, serta kerahasiaan identitas pasien HIV/AIDS. Salah satu langkah konkret yang dilakukan rumah sakit daerah ini adalah memisahkan lokasi Pelayanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) dari area poliklinik umum.

Direktur RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov., menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Coffee Morning bersama insan pers yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumbawa Barat, Kamis (24/9/2026).

Andy menjelaskan, layanan VCT sengaja ditempatkan secara terpadu di lantai dua gedung rumah sakit demi memberikan ruang konseling yang aman dan privat bagi pasien.

“VCT kita ada di lantai dua dan memang kita pisahkan dari poliklinik lainnya. Pasien HIV/AIDS ini memiliki karakteristik pelayanan yang berbeda, sehingga kenyamanan dan privasi menjadi bagian penting dalam pelayanan,” kata Andy.

Selain layanan VCT, kawasan lantai dua tersebut juga ditempatkan berdekatan dengan layanan Directly Observed Treatment, Short-course (DOTS) untuk pasien tuberkulosis (TB) rawat jalan guna mempermudah tata kelola penanganan medis secara terpadu.

Tidak hanya pada rawat jalan, RSUD Asy-Syifa juga menyiapkan fasilitas khusus untuk penanganan rawat inap. Pasien HIV/AIDS yang mengalami penurunan kondisi imunitas disiapkan ruang perawatan khusus yang dilengkapi pengaturan sanitasi tersendiri. Sementara bagi pasien TB rawat inap, pihak rumah sakit memanfaatkan bekas ruang isolasi Covid-19 guna mencegah penularan.

Langkah penataan ini menjadi bagian dari upaya RSUD Asy-Syifa dalam meningkatkan standar kualitas pelayanan rujukan di Sumbawa Barat. Dengan desain pelayanan yang mengedepankan hak privasi, pasien diharapkan dapat menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara optimal tanpa rasa khawatir. **