Sumbawabaratpost.com
SUMBAWA BARAT — Realisasi anggaran program KSB Maju bidang layanan kesehatan yang ditangani RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat telah menembus angka Rp2,09 miliar sepanjang tahun 2026. Capaian tersebut setara dengan 85,4 persen dari total proyeksi kebutuhan anggaran yang mencapai lebih dari Rp2,6 miliar.
Direktur RSUD Asy-Syifa, Andy Suhaeri, menjelaskan bahwa alokasi anggaran tersebut diserap untuk membiayai sejumlah program unggulan daerah, meliputi bantuan pendamping pasien, rujukan gratis, hingga pemulangan jenazah baik dari dalam maupun luar wilayah Sumbawa Barat.
“Alhamdulillah dari semua yang sudah kami manfaatkan, sekitar Rp2,09 miliar atau 85,4 persen sudah terbayar,” kata Andy.
Andy menguraikan, pada layanan pendamping pasien, pihaknya memproyeksikan kuota untuk 1.500 pasien dengan indeks biaya Rp1,5 juta per pasien, sehingga membutuhkan estimasi anggaran sekitar Rp2,25 miliar.
Sementara untuk layanan rujukan gratis, RSUD Asy-Syifa telah mencatat 16 permohonan rujukan, dengan sembilan di antaranya telah terealisasi dan menyerap anggaran sekitar Rp32,2 juta.
Adapun pada program pemulangan jenazah gratis, rumah sakit daerah ini telah menangani 84 kasus pemulangan jenazah dari luar KSB dengan total biaya melampaui Rp288 juta. Sedangkan untuk pemulangan jenazah di dalam wilayah KSB, anggaran yang terserap mencapai sekitar Rp33 juta.
“Untuk dalam KSB kalau tidak salah biayanya Rp100 ribu sekali penanganan pemulangan jenazah,” terang mantan Kepala Puskesmas Seteluk tersebut.
Ia menambahkan bahwa total proyeksi anggaran sebesar Rp2,6 miliar tersebut murni untuk pembiayaan program pelayanan masyarakat dan belum termasuk alokasi biaya operasional tenaga operator. Tingginya angka realisasi ini menjadi bukti bahwa program KSB Maju Kesehatan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan. **
