Taliwang, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) akan kembali melaksanakan Anugerah Inovasi Daerah. Kegiatan rutin tahun ini menjadi sangat penting dalam mendorong kreativitas masyarakat, aparatur pemerintahan, termasuk komunitas pendidikan.
Mars Anugerainsyah, M.Si, CGCAE selaku kepala BRIDA KSB saat rapat bersama tim juri menyampaikan, semangat besar dari kegiatan Anugerah Inovasi Daerah untuk mendorong setiap perangkat daerah, sekolah tingkat PAUD/TK, SD dan SMP/Sederajat serta Masyarakat sampai pada Aparatur Pemerintah Desa memiliki inovasi dalam meningkatkan layanan. “Tema besar kegiatan ini adalah Inovasi Produktif dan Berkelanjutan Mendukung Pertumbuhan Klaster Ekonomi Baru Pascatambang,” tuturnya.
Dihadapan para tim juri, Mars sapaan akrabnya juga mengingatkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan sebagai motivasi kepada para pihak untuk selalu berinovasi setiap tahunnya, termasuk mendorong peningkatan indeks inovasi daerah dan daya saing. “Kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah kepada aparatur sampai ditingkat Desa, jajaran pendidikan dan masyarakat umum yang memiliki inovasi,” lanjutnya.
Pada kesempatan itu Mars menegaskan juga, jika BRIDA KSB tidak pernah mengintervensi hasil dari dewan juri dalam penentuan yang terbaik, karena meyakini bahwa tim juri yang dilibatkan memiliki kompetensi serta kemampuan dan pengalaman. “Silakan tim juri memberikan penilaian secara obyektif dan kami dari BRIDA sebagai pelaksana akan menerima hasil akhir,” janjinya.
Sementara Indra Jaya M.Si selaku kabid Inovasi dan Teknologi pada BRIDA KSB menyampaikan tentang kriteria penilaian yang akan dijadikan pijakan para dewan juri. Diantaranya, mengandung pembaharuan seluruh atau sebagian unsur dari inovasi. Pembaharuan dimaksud yaitu memperkenalkan gagasan yang unik, pendekatan yang baru dalam penyelesaian masalah atau kebijakan dan desain pelaksanaan yang unik atau modifikasi dari inovasi yang telah ada sebagian atau keseluruhan.
Bisa juga inovasi yang diusulkan itu memberi manfaat agi daerah atau masyarakat, seperti penambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), penghematan belanja daerah, peningkatan capaian Kinerja Pemerintah Daerah, peningkatan mutu pelayanan publik dan peningkatan kualitas hidup masyarakat termasuk peningkatan pendapatan rumah tangga serta ditujukan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.
Kriteria lain bisa dilihat pada sisi efektif atau mempelihatkan hasil yang nyata dan memberikan solusi dalam penyelesaian permasalahan, serta tidak mengakibatkan pembebanan dan/atau pembatasan pada masyarakat yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. “Kriteria penilaian akan diumumkan secara terbuka, jadi para peserta juga mengetahui indikator penilaian,” tegasnya. **
