Pemerintahan

Kelompok Harapan Rakyat Panen Ikan Budidaya Keramba Apung

Taliwang, – Kelompok Harapan Rakyat asal Desa Banjar, berhasil memanfaatkan arus sungai untuk melakukan budidaya ikan dengan cara keramba apung. Meskipun masih tergolong manual sistem penanganannya, namun mampu memproduksi ikan jenis Nila dengan ukuran besar, bahkan dalam 2 ekor bisa mencapai sekilo.

Koang selaku penanggung jawab kelompok menuturkan, pihaknya berharap bahwa dukungan pemerintah bukan sekedar memastikan pasarnya, tetapi juga pendampingan terus menerus, karena memang untuk menjadi pembudidaya dibutuhkan pengetahuan khusus. “Kami melakukan budidaya ini secara manual saja, karena memang tidak memiliki ilmunya,” tandasnya.

Koang juga berharap pada tahun mendatang, pemerintah bisa menyiapkan anggaran khusus penambahan jumlah keramba, agar pihaknya bisa lebih banyak melibatkan masyarakat untuk melakukan budidaya. “Sekarang kami hanya memiliki 9 petak atau 18 keramba, sehingga yang diproduksi masih terbatas, termasuk tenaga kerja yang terserap juga belum banyak,” lanjutnya.

Dikesempatan itu Koang mengingatkan, debit air sungai Banjar cukup besar, jadi sayang kalau tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Untuk merealisasikan hal itu, dibutuhkan intervensi serius dari pemerintah KSB. “Pada prinsipnya pemerintah KSB memang telah memberikan bantuan untuk pengembangan budidaya keramba apung ini. Semoga dukungan itu terus bergulir,” harapnya.

Andi Laweng MH, anggota DPRD KSB yang ikut dalam panen perdana itu mengaku bangga atas terobosan kelompok masyarakat untuk memanfaatkan arus sungai. “Apa yang dilakukan Kelompok Harapan Rakyat harus dijadikan contoh oleh masyarakat lainnya, terutama yang berada disekitar arus sungai, apalagi budidaya ikan termasuk bisnis yang sangat menjanjikan,” katanya.

Kehadiran politisi DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dua periode itu sendiri sebagai motivasi kepada kelompok binaannya tersebut, termasuk untuk memastikan bahwa setiap kelompok binaan harus dipacu untuk selalu berproduksi. “Kami akan selalu melakukan pendampingan terhadap kelompok binaan. Hal itu sudah menjadi komitmen yang telah dibangun,” tegas Andi Laweng usai panen, sambil berjanji akan mengajukan anggaran sesuai permintaan dari kelompok. **