Pendidikan

Dikpora KSB Minta Kepsek Lakukan Evaluasi Hasil Ujian

Taliwang, – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), meminta semua Kepala Sekolah (Kepsek) pada semua jenjang pendidikan, agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian pendidikan, dengan mengacu pada hasil ujian yang telah diterima masing-masing sekolah.

“Memang nilai rata-rata ujian pada tahun ajaran ini lebih baik, namun pihak sekolah tetap harus melakukan evaluasi untuk mengukur dan mengetahui tingkat capaian pendidikan, termasuk kendala atau hambatan yang dirasakan selama proses pembelajaran berlangsung,” kata Agus SPd, MM selaku Kabid pembinaan pendidikan dasar pada Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang didampingi Lutpiah Ruswati, MPd selaku kasi kurikulum.

Disampaikan Agus, hasil evaluasi internal itu sendiri harus dipahami dan diketahui bersama, sehingga semua pihak dalam lingkup satuan pendidikan itu dapat mengambil peran masing-masing untuk menyelesaikan permasalahannya. “Hasil evaluasi itu harus dijadikan pijakan bagi sekolah untuk mencapai hasil lebih baik pada tahun pelajaran berikutnya,” lanjutnya.

Diingatkan bahwa evaluasi itu sendiri sebagai semangat bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan, karena bukan hanya tanggung jawab Dikpora dalam memacu dan meningkatkan mutu pendidikan, tetapi tanggung jawab semua pihak terutama guru itu sendiri. “Kami terus mengajak pihak sekolah untuk lebih peduli dengan lingkungan sekolah masing-masing, sehingga kedepan sekolah di KSB kualitas dan mutunya bisa bersaing dengan sekolah lainnya yang dinyatakan sudah maju,” harapnya.

Ditambahkan Lutpiah, pihak Dikpora saat ini sedang melakukan pendistribusian hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Hasil rekapitulasi sementara yang telah dilakukan, nilai siswa cukup bagus dan meningkat dari tahun sebelumnya. “Nilai tertinggi untuk mata pelajaran Matematika mencapai 93, begitu juga dengan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sementara Bahasa Indonesia nilai tertinggi 92,” bebernya.

Dikesempatan itu Lutpiah membenarkan bahwa 2.002 orang siswa SD yang mengikuti ujian dinyatakan lulus semuanya, namun keputusan kelulusan itu sendiri harus menjadi dasar evaluasi, mengingat nilai yang diterima ada juga yang terendah. “Harus ada pendeteksian masalah, kenapa ada yang nilai sangat tinggi dan terendah,” ucapnya. **