Ekonomi

Diakui, Ada Lahan Pertanian Diserang Hama Wereng Coklat

Taliwang, – Dinas Pertanian mengakui jika ada laporan terkait lahan pertanian yang berada di Kecamatan Brang Rea, telah diserang hama wereng coklat.

Atas laporan itu tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) langsung turun lapangan untuk melakukan pengecekan sekaligus menyerahkan obat yang dibutuhkan petani, sehingga serangan hama wereng tidak meluas. “Kami sudah cek dan memberikan obat kepada petani,” kata Syaiful Ulum selaku kabid Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian KSB, saat ditemui media ini dalam ruang kerjanya.

Masih keterangan Syaiful Ulum, lahan yang terserang hama itu masuk dalam Kelompok Tani (Poktan) Lang Bara dengan perkiraan luas 1 hektar dan lahan yang masuk dalam kawasan milik poktan Taruna Bayak dengan luas hampir sama. “Baru lahan pada dua poktan itu yang dilaporkan ada serangan hama wereng, tetapi sudah langsung ditangani untuk mengantisipasi meluasnya,” lanjutnya.

Dikesempatan itu disampaikan, jika upaya yang sudah dilakukan tidak membuahkan hasil atau lahan dimaksud tetap rusak akibat serangan hama tersebut, maka akan langsung dilaporkan pada Jasindo selaku perusahaan yang menanganan asuransi lahan pertanian. “Kami tidak serta merta langsung mengajukan klaim dengan adanya persoalan seperti serangan hama, tetapi harus ada upaya penyelamatan terlebih dahulu. Jika kerusakan sudah mencapai diatas 70 persen, baru bisa diajukan klaim,” tegasnya.

Lantaran sudah ada lahan pertanian yang diserang hama wereng, Dinas Pertanian akan meminta kepada semua penyuluh untuk lebih intensif melakukan pengecekan lapangan, sehingga dapat melakukan antisipasi cepat dengan kemungkinan terjadinya gangguan. “Tim kami tetap melakukan pengecekan lahan pertanian, namun akan lebih intensif dengan adanya kasus serangan hama wereng tersebut,” ucapnya, sambil mengingatkan bahwa lantaran baru ada serangan hama wereng, jadi belum diketahui apakah akan menyebabkan gagal panen atau tidak.

Dikesempatan juga disinggung bahwa luas lahan jagung yang dinyatakan gagal panen, bahkan sudah dipergunakan sebagai pakan ternak seluas 269 hektar. Semua lokasi itu berada di kecamatan Poto Tano. “Untuk Desa Tua Nanga sekitar 114 hektar, Desa Tambak Sari ada 70 hektar, Desa Senayan ada 25 hektar, Desa Kokarlian hanya 10 hektar dan Desa Kiantar mencapai 50 hektar,” bebernya. **