Sosbud

Kelas Kecil Perpustakaan KSB Episode Public Speaking Hadirkan Dosen Universitas Pakuan Bogor

Taliwang, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus), sudah kembali melaksanakan inovasi dalam memberikan pemahaman kepada kelompok masyarakat, mahasiswa dan pelajar melalui program Kelas Kecil.

Kegiatan pertama pasca terhenti akibat penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) adalah, publik speaking dengan menghadirkan pemateri, Restiawan Permana, M. Si selaku dosen dari Universitas Pakuan Bogor. “Melalui metode Kelas Kecil yang diterapkan, semoga bisa memberikan tambahan literasi mahasiswa yang dilibatkan sebagai peserta,” kata Supiarno S.Pt, MM selaku pelaksana kepala Dinas Arpus.

Disampaikan Supiarno melalui keterangan resmi dari Dinas Arpus, jika program Kelas Kecil sudah dilaksanakan sejak tahun 2019 lalu dengan tetap mengusung semangat gotong – royong dalam bingkai inklusi. Jadi tema yang diangkat dari, oleh, dan untuk masyarakat itu sendiri. “Semangat Gotong Royong diterapkan betul dalam pelaksanaan program kelas kecil,” bebernya.

Masih dalam keterangan resmi yang diterima media ini, jika pihak Dinas Arpus selaku penyelenggara terpaksa harus melakukan pembatasan jumlah peserta, selain karena masih dalam pandemi Covid-19, juga sebagai upaya untuk mendukung daya serap peserta dan interaksi dua arah dengan pemateri. “Kita tetap harus melakukan pembatasan peserta, meskipun program kelas kecil sangat bagus dan baik,” lanjutnya.

Tema Kelas Kecil yang diisi Restiawan Permana, M. Si, salah seorang dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Pakuan Bogor adalah untuk meningkatkan keterampilan sosial mahasiswa dalam berkomunikasi sebagai agent of change, juga media promosi Perpustakaan KSB sebagai pelaksana program nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial sejak tahun 2020 lalu. “Kegiatan dibagi 2 sesi, yaitu sesi teori dan sesi praktek. Keduanya berkaitan dan diharapkan dapat mengoptimalkan ilmu yang diserap peserta,” harapnya.

Sebagai informasi, Dinas Arpus memang sengaja membuat program belajar bersama dengan metode kelas kecil, agar keberadaan perpustakaan tetap bermanfaat bagi pelajar dan masyarakat, meskipun masih dalam masa pendemi Covid, apalagi saat ini kelas kecil menjadi salah satu opsi agar perpustakaan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara Restiawan Permana, M.Si merespon baik inovasi yang dilaksanakan Dinas Arpus dengan menggelar kelas kecil, karena bisa memberikan kesempatan kepada pelajar dan mahasiswa mendapatkan ilmu pengetahuan diluar jam belajar masing-masing. “Saya juga memberikan apresiasi atas program kelas kecil yang mengedepankan sistem gotong royong,” akunya. **