Pemerintah KSB Mulai Proyek Percontohan Penggemukan Sapi Bali

Brang Ene, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meluncurkan proyek percontohan peternakan melalui Program KSB Maju Luar Biasa. Inovasi ini mengandalkan skema plasma untuk mengoptimalkan potensi agribisnis peternakan sapi bali secara intensif.

Pemerintah menetapkan dua titik utama sebagai pusat pengembangan, yakni Plasma Batu Dulang dan Plasma Ontar Telu. Skema ini mengintegrasikan pengelolaan lahan Hutan Kemasyarakatan (HKM) seluas 1.000 hektare untuk mendukung ketersediaan pakan.

“Kita fokus mengembangkan sapi bali dengan pola penggemukan intensif pada tahap awal ini,” ujar Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah saat memimpin sosialisasi program tersebut di Kantor Desa Lampok, kemarin.

Model plasma ini mewajibkan kelompok masyarakat untuk mengelola usaha secara terpadu dan kolektif. Setiap kelompok harus memiliki lahan tanam rumput gajah sebagai sumber nutrisi utama ternak mereka.

Pemerintah memberikan dukungan penuh berupa pembangunan kandang kolektif, penyediaan pakan, hingga bantuan bibit sapi berkualitas. “Pemerintah menyiapkan fasilitas kandang berkapasitas 100 ekor untuk setiap kelompok penerima manfaat,” tutur H. Amar.

Bupati menegaskan, pemilihan skema plasma bertujuan untuk memperkuat kelembagaan ekonomi di tingkat akar rumput. Masyarakat tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, melainkan dalam satu sistem manajemen kelompok yang terukur.

“Sistem plasma ini mengatur semua manfaat untuk kepentingan kelompok, bukan untuk pribadi,” tegasnya.

Tahapan pelaksanaan program akan dimulai segera setelah Hari Raya Idul Fitri dengan agenda penanaman hijauan pakan. Paralel dengan itu, pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur kandang kolektif agar siap menampung ternak pada bulan Juli.

“Saya ingin melihat kesungguhan kelompok karena nasib program ini ada di tangan bapak-bapak,” kata H. Amar.

Pemerintah berharap skema plasma di Brang Ene ini menjadi rujukan bagi wilayah lain dalam meningkatkan kesejahteraan petani. “Kita awali dengan sapi bali sebelum nantinya beralih ke sapi eksotik tahun depan,” pungkas Bupati. **