Dikes KSB Komit Perkuat Kapasitas Petugas Ambulance TRC Puskesmas

Taliwang, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Kesehatan memastikan untuk terus memperkuat kapasitas petugas ambulans Tim Reaksi Cepat (TRC). Kebijakan itu sebagai bentuk serius mendukung program Kartu Sumbawa Barat Maju.

Komitmen tersebut dipertegas lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Kesehatan KSB dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.MRS, MQM, menegaskan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan fondasi utama layanan berkualitas. Kolaborasi ini akan membekali petugas dengan keterampilan klinis tingkat lanjut, manajemen pelayanan, hingga prosedur keselamatan pasien sesuai standar nasional. 

“Langkah strategis ini bertujuan menghadirkan layanan darurat yang lebih responsif, profesional, serta adaptif terhadap kebutuhan medis masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (08/4).

Investasi sumber daya manusia ini menjadi jawaban atas tantangan lonjakan kebutuhan layanan kesehatan di tengah masyarakat. Data triwulan I tahun 2026 mencatat utilisasi layanan kesehatan mencapai 7.028 layanan, meningkat dari periode sebelumnya. Kenaikan angka kunjungan ini menjadi indikator kepercayaan publik yang harus diimbangi dengan kesiapan petugas TRC di lapangan. “Kami percaya pelayanan kesehatan yang baik dimulai dari tenaga kesehatan yang kompeten dan terus belajar,” kata dr. Carlof. 

Kadis menambahkan, kerja sama ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi seluruh masyarakat KSB. Pemerintah ingin memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan terbaik tanpa mengabaikan aspek kecepatan dan ketepatan tindakan medis. “Bapelkes Mataram memberikan dukungan penuh melalui penyediaan narasumber kompeten serta kurikulum inovatif yang relevan dengan kondisi daerah. Jadi sangat bagus untuk petugas TRC kita,” ucapnya.

Program penguatan TRC Ambulans ini juga mendukung visi besar program prioritas KSB Maju Kesehatan. Melalui pola pikir yang responsif, petugas diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama secara optimal sebelum pasien tiba di rumah sakit. 

“Kami berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan profesional ini dapat menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang lebih responsif dan terorganisir,” pungkas Carlof. **