Bupati Dorong PDM KSB Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

Taliwang, – Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan kemampuan adaptasi organisasi keagamaan agar tetap relevan dalam membimbing umat di tengah dinamika sosial yang terus berubah. Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Pimpinan Daerah (PDM) Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di Gedung Hanipati, Selasa (20/1).

Dalam arahannya, H. Amar, sapaan akrab bupati KSB itu menilai tantangan umat ke depan semakin kompleks, sehingga pendekatan lama tidak selalu efektif jika tidak disesuaikan dengan konteks kekinian.

Menurut Bupati, perubahan “mindset” menjadi pekerjaan rumah besar yang harus disikapi secara serius oleh seluruh elemen, termasuk organisasi keagamaan yang memiliki basis massa dan pengaruh sosial kuat seperti Muhammadiyah.

“Mari kita menjaga umat ini bersama-sama,” ujar Bupati, seraya menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah.

Bupati menegaskan, Muhammadiyah memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial masyarakat KSB. Peran tersebut bukan hanya dalam aspek dakwah, tetapi juga pendidikan, sosial, dan pembentukan karakter.

Karena itu, Bupati mengajak Muhammadiyah untuk terus memperkuat efektivitas pelayanan umat dan membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah daerah. ”Sinergi ini sangatlah penting agar upaya pembinaan masyarakat berjalan searah dengan agenda pembangunan daerah,” katanya.

Bupati juga berharap, agar PDM KSB tetap menjadi mitra kritis dan konstruktif pemerintah, sekaligus penjaga nilai-nilai moral di tengah arus perubahan.

Rapat kerja PDM Muhammadiyah KSB ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD KSB Merliza Jawas, Kepala Kementerian Agama KSB H. Lalu Suhaili Fathanah, jajaran Forkopimda, pengurus organisasi keagamaan, serta pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Sumbawa Barat. 

Sementara itu, Ketua PDM KSB, H. Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya memaparkan perkembangan organisasi Muhammadiyah di Sumbawa Barat. Saat ini, Muhammadiyah telah memiliki sembilan cabang yang tersebar di seluruh kecamatan, ditambah satu cabang khusus di Desa Seloto.

Melalui rapat kerja ini, Muhammadiyah KSB diharapkan mampu merumuskan langkah strategis yang adaptif, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta menjaga relevansi perannya dalam membimbing umat dan mendukung pembangunan Sumbawa Barat secara berkelanjutan. **