Pendidikan

Dikpora Mulai Terima Baju Seragam dari Penjahit

Taliwang, – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) mulai menerima baju seragam hasil jahitan dari para penjahit, bahkan langsung dipemeriksa untuk mengecek kualitas jahitan, agar saat dibagikan nanti tidak ada protes atau klaim dari pihak sekolah maupun siswa penerima bantuan seragam gratis.

Penjahit yang menyerahkan hasil jahitan dengan kualitas terbaik, akan langsung diberikan kepercayaan lagi untuk menjahit seragam khusus anak Taman Kanak-kanak (TK). “Yang sedang dikerjakan sekarang adalah seragam untuk pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP dan Sekolah Menengah Atas (SMA),” kata Fahrozi ST, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

Dikesempatan itu, Ozi sapaan akrabnya juga membenarkan, jika pihaknya langsung menyerahkan kain hasil pemotongan untuk siswa TK terhadap penjahit yang lebih cepat menyelesaikan jahitannya, bahkan dirinya berani memberikan dengan jumlah yang cukup banyak, jika hasil pengecekan atas pekerjaan itu sangat bagus. “Komitmen yang kami sampaikan, bagi penjahit yang cepat selesai dan kualitas pekerjaan sesuai yang disampaikan, akan langsung mendapatkan pekerjaan jahitan lagi,” lanjutnya.

Masih keterangan Ozi, meskipun jumlah baju seragam yang diterima saat ini sudah cukup banyak, namun belum dilakukan pembagian kepada pihak sekolah, lantaran berharap pembagian nantinya dilakukan secara serentak. “Kita tunggu seluruh jahitan itu rampung, baru bisa ditetapkan waktu pendistribusian ke seluruh sekolah,” ungkapnya.

Tidak dibantah Ozi, jika rencana awal bahwa para penjahit dapat langsung menyerahkan baju seragam itu kepada pihak sekolah setelah pekerjaan tuntas, namun hal itu dibatalkan, lantaran harus dibungkus secara rapi sebanyak jumlah seragam yang akan diterima. “Kita bungkus dulu, sehingga saat diserahkan seperti baju yang dibeli di toko,” tandasnya.

Kapan mulai dibagikan atau didistribusikan ke satuan pendidikan, Ozi mengaku bahwa penyerahan secara simbolis akan dilakukan saat apel syukur pada 20 Oktober mendatang. Semoga sebelum pelaksanaan apel syukur, seluruh penjahit sudah menyerahkan seragam hasil jahitannya. “Kami terus mendorong para penjahit untuk bekerja ekstra, sehingga usai penyerahan secara simbolis, seluruh satuan pendidikan sudah bisa menerima baju seragam untuk dibagikan ke siswa masing-masing,” harapnya. **/Adv