Uncategorized

Bupati KSB Ingatkan, PDPGR adalah Upaya Pengentasan Kemiskinan

Taliwang, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan terus mengucurkan berbagai kegiatan yang tertuang dalam Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR), lantaran dinilai cukup efektif untuk pengentasan kemiskinan.

“Pengentasan kemiskinan yang merata akan berjalan jika program yang dilaksanakan pemerintah dipastikan bersentuhan langsung dan dirasakan oleh masyarakat, apalagi tersusun sistematis dan terukur,” tegas Dr Ir H W Musyafirin MM selaku bupati KSB beberapa waktu lalu.

Masih keterangan H Pirin sapaan akrabnya, salah satu syarat keberhasilan pengentasan kemiskinan adalah dengan cara mengidentifikasi kelompok sasaran dan wilayah sasaran dengan tepat. Program pengentasan dan pemulihan nasib orang miskin tergantung dari langkah awal yaitu ketetapan mengidentifikasi siapa yang dikatakan miskin dan di mana dia berada. Aspek dimana “si miskin” dapat ditelusuri melalui si miskin itu sendiri serta melalui pendekatan-pendekatan profil wilayah atau karakter geografis. “jelasnya.

Diingatkan H Pirin bahwa PDPGR berbasis gotong royong lahir untuk mengatasi pesoalan tersebut, karena secara langsung melibatkan masyarakat sebagai agen yang akan mendeteksi persoalan dan masalah yang terjadi ditengah masyarakat, kehadiran para agen-agen PDPGR dalam mendeteksi masalah kemiskinan akan mampu menjawab persoalan yang ada dengan mengutamakan hak-hak dasar masyarakat.

Menurut Bupati, Permasalahan kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensional, Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan dilaksanakan secara terpadu antara Agen PDPGR, Kepala Desa, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas hingga masyarakat.

“Dalam upaya penanggulangan kemiskinan ada dua strategi utama yang harus ditempuh oleh pemerintah. Pertama, melindungi keluarga dan kelompok masyarakat miskin melalui pemenuhan kebutuhan pokok mereka. Kedua, memberdayakan mereka agar mempunyai kemampuan untuk melakukan usaha dan mencegah terjadinya kemiskinan baru “imbuh Bupati.

Faktor mendasar yang menyebabkan kemiskinan diantaranya: SDM, SDA, Sistem, dan juga tidak terlepas dari sosok pemimpin, sehingga dimensi tersebut sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Permasalahan tersebut timbul akibat semakin meningkatnya keadaan ekonomi yang tidak disesuaikan dengan kondisi masyarakat khususnya masyarakat menengah kebawah. **