Ekonomi

Produksi Rumput Laut KSB Belum Capai Target Eksport

Poto Tano, – Wilayah budidaya rumput laut di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bukan hanya di Desa Kertasari kecamatan Taliwang, tetapi juga berada di Desa Kintar kecamatan Poto Tano, namun dari hasil produksi itu sendiri belum bisa memenuhi target eksport

Ciari Agustirawan  selaku manager PT Coastalindo Sumbawa Energi selaku perusahaan exportir dan pendamping budidaya rumput laut mengatakan, pihaknya membutuhkan panen rumput laut mencapai 200 ton. Untuk memenuhi target itu sendiri harus jumlah petani lebih banyak dari sekarang ini. “Kami terus mendorong petani untuk mau menjadi pembudidaya,” akunya.

Diakuinya bahwa hasil panen yang dilaksanakan petani Kertasari maupun petani Kiantar hanya bisa memenuhi beberapa persen saja. Hal itu sengaja disampaikan untuk memberikan motivasi kepada seluruh petani bahwa melakukan budidaya rumput laut sangat menjanjikan dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. “Kami selalu mengingatkan kepada petani KSB bahwa produksi rumput laut masih cukup minim, jadi diharapkan bisa lebih banyak lagi yang melakukan penanaman,” lanjutnya.

Ciari Agustirawan tidak membantah jika animo warga untuk membudidayakan rumput laut terus bertambah, khusus untuk wilayah Kiantar sudah ada 40 warga yang mengajukan permohonan untuk bergabung menjadi petani. “Memang jumlah wilayah Kertasari jauh lebih banyak,” bebernya.

Sementara Rusdi selaku petani rumput laut warga Sagena pada kesempatan itu mengatakan, animo masyarakat memang terus bertambah setelah mengetahui bahwa perputaran uang lebih cepat dan terjadi peningkatan ekonomi bagi warga. “Warga yang dulu petani ladang kini lebih memilih menjadi petani rumput laut, karena lebih menjanjikan dan perawatan bertani rumput laut lebih mudah serta tidak mahal,” katanya.

Sedangkan Hamid selaku warga Desa Kertasari menegaskan, pihaknya terus melakukan pengembangan lokasi penanamannya, bahkan sudah bergabung bersama petani wilayah Sagena, lantaran areal tanam di Desa Kertasari sudah hampir habis. “Permintaan eskportir memacu kami untuk terus melakukan penanaman, bahkan sudah ada petani yang mengembangkan areal tanam sampai di kecamatan Poto Tano,” akunya. **