Pemerintahan

Desember, Bupati Jamin Pembangunan Rumah Korban Gempa Rampung

Taliwang, – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr Ir H W Musyafirin MM, memberikan jaminan bahwa pembangunan rumah warga terdampak gempa bisa rampung pada Desember 2018 mendatang. Jika pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mencairkan dana stimulan usulan pemerintah KSB sebesar Rp 214,375 miliyar lebih itu.

 

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah KSB untuk segera mendapatkan dana bantuan stimulan tersebut, termasuk mendesak pihak BNPB pusat agar memastikan waktu pencairan anggarannya. “Saya yakin bisa rampung perbaikan terhadap rumah warga sebanyak 18.307 yang rusak akibat gempa, baik yang status rusak berat sebanyak 1.250 unit rumah,  rusak sedang sebanyak 4.376 unit rumah serta 12.691 unit rumah rusak ringan,” tegas H Pirin sapaan akrab Bupati KSB.

 

Keyakinan orang nomor satu di Bumi Pariri Lema Bariri itu, lantaran prosedur pencairan uang bantuan dengan menggunakan Kelompok Masyarakat (Pokmas) telah dilaksanakan, bahkan pemerintah KSB telah membentuk 193 Pokmas plus atau ada keterlibatan agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). “Kita sudah membentuk Pokmas plus yang beranggotakan agen PDPGR, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan warga yang menjadi korban itu sendiri,” tandasnya.

 

Keyakinan itu sendiri telah dibuktikan pemerintah KSB dengan membangun rumah warga untuk tahap I, dimana dari dana transfer BNPB sebanyak Rp 32 miliar lebih itu akan dipergunakan untuk 2.081 unit rumah yang terdistribusi dalam 56 Pokmas Plus. Jumlah itu terdiri dari 346 rumah rusak berat, 651 rusak sedang dan 1.084 rusak ringan. “Saya bisa menjamin tuntas jika BNPB segera mentransfer anggaran sesuai kebutuhan pemerintah KSB,” katanya.

 

Dikesempatan itu H Pirin sendiri merasa senang, dimana telah ditetapkan untuk penyederhanaan prosedur pencairan dana bantuan atau hanya menggunakan selembar rekomendasi. “Saat prosedur pencairan rumit, pemerintah KSB bisa melakukan percepatan pembangunan rumah warga, apalagi dengan adanya penetapan oleh presiden untuk penyerhanaan prosesnya, jadi tidak ada alasan bagi pemerintah KSB untuk membuat larut proses perbaikan rumah warga, selama pihak BNPB bisa segera menyerahkan anggaran stimulannya,” ungkapnya.

 

Sebagai informasi, meskipun pola masih rumit pemerintah KSB telah berhasil merobohkan dan membersihkan rumah terdampak gempa.  Pekerjaan itu sendiri sudah mencapai 30-80 persen untuk rumah sebanyak 239 unit model konvensional, 11 unit rumah kayu dan 3 unit RISHA. Ada pula 18 unit rumah yang tidak masuk tahap pertama, tapi progressnya sudah diatas 90 persen.

 

Willem R selaku kepala Kepala BNPB pusat yang sempat dikonfirmasi saat kunjungi presiden mengakui jika dirinya terus mendapat desakan dari pemerintah KSB untuk percepatan pencairan dana bantuan. Hal itu dianggap sebagai semangat pemerintah untuk membantu warga terdampak. “Saya akan mendesak Kementerian Keuangan untuk mendengarkan aspirasi pemerintah KSB dan segera mentransfer anggaran yang dibutuhkan itu,” janjinya. **