Pemerintahan

Dampak Covid-19, Pembangunan LandMark Simpang Bingung Dipending

Sumbawa Besar, – Simpang Sernu atau lebih dikenal dengan sebutan Simpang Bingung,dengan sebuah Bundaran Taman ditangahnya itu,yang telah dibangun beberapa tahun lalu dengan mendapatkan berbagai sorotan tajam dari masyarakat karena keberadaan lingkaran  yang tepat berada di tengah jalan penghubung jalan Garuda,Jalan Cendrawasih,Jalan Bungur tersebut dinilai bangunan designnya tak bermaknadan tanpa konsep yang  jelas.

Sehingga Pemda Sumbawa melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Sumbawa dalam tahun anggaran 2019 lalu telah mengalokasikan anggaran bagi pembuatan Detail Engineering Design (DED) bagi pembenahan dan pembangunan Kawasan simpang Sernu, dimaksud dengan rencana akan membangun sebuah tugu Monumen penanda batas (Landmark) Sumbawa bernuansa arsitektur Samawa yang rencananya di bangun tahun 2020 ini, dengan terpaksa ditunda hingga tahun 2021 mendatang, lantaran anggaran daerah yang terbatas.

Sementara itu saat dikonfirmasi media ini, Kepala Dinas Perumahan rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Sumbawa, Drs. H.Burhanuddin, M.Tp mengatakan, PRKP Sumbawa telah menuntaskan dan menyelesaikan pembuatan design untuk rencana pembangunan monument Bale Jam khas Samawa di Kawasan taman simpang bingung atau simpang Sernu itu menjadi sebuah “Landmark” penanda batas masuk kota Sumbawa Besar dengan miniaturnya Bale Jam seperti yang ada di Kawasan Istana Bala Putih Sumbawa itu,” ucapnya.

(DED) Detail Engineering Design telah tuntas dibuat oleh konsultan perencana yang telah ditunjuk oleh Pemda Sumbawa kata Haji Bur akrab disapa. Dengan arsitektur berciri khas ornament sumbawa yang akan didukung sejumlah komponen acsesoris ornament taman, Kolam Pancuran Air dan sejumlah ornament lampu klasik warna warni guna menambah daya Tarik keberadaan dari landmark sumbawa, mengingat sejauh ini jika melihat dari udara sebagai penanda kota sumbawa adalah Jembatan Samota.

Haji Bur juga mengakui bahwa PRKP Sumbawa juga telah menuntaskan penyelesaian pembuatan design untuk Kawasan Samota cepat tumbuh,dengan rencana akan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sejumlah lapak jualan bagi para pedagang disebelah kiri Kawasan jalan menuju jembatan samota,sehingga kedepannya Kawasan cepat tumbuh samota itu dapat terkoneksi baik dengan Kawasan Lempeh-Brangbiji (LEMBI) Sumbawa dengan program penataan bantaran sungai yang kini mulai dilaksanakan pada tahun anggaran 2020 ini dengan menyerap anggaran belasan miliar rupiah. *