Politik

Pilkada KSB, DPD Nasdem Belum Tetapkan Arah Dukungan Politik

 Taliwang, – Dewan Pimpinan Daerah Nasional Demokrat (DPD Nasdem) rupanya belum menetapkan arah dukungan politik pada pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), lantaran masih menunggu hasil survey yang dilakukan lembaga survey yang ditunjuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem.

“Kami belum bisa menetapkan Pasangan Calon (Paslon) yang akan diusung pada Pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang, lantaran sampai sekarang belum menerima hasil survey,” kata Jamaluddin Revi selaku ketua DPD Nasdem KSB, saat dikonfirmasi media ini melalui selularnya, Minggu 2/6 kemarin.

Masih keterangan Revi sapaan akrabnya, hasil survey merupakan salah satu indikator pendukung dalam menetapkan usulan paslon, jadi bukan sekedar formalitas dalam mengukur dukungan masyarakat kepada paslon. “Nasdem harus memberikan dukungan kepada paslon yang memiliki elektabilitas dan dukungan masyarakat lebih bagus, sehingga DPP mempercayakan kepada Poltracking sebagai lembaga survey,” lanjutnya.

Lantaran secara kepartaian belum menerima hasil survey, maka belum ada keputusan dan penetapan tentang arah dukungan politik. Ketegasan itu juga menjawab isu yang berkembang bahwa DPD Nasdem KSB telah mendukung salah satu paslon. “Hasil survey nanti menjadi salah satu indikator partai dalam menentukan arah dukungan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang,” terangnya.

Ditambahkan Masadi SE selaku sekretaris DPD partai Nasdem KSB menerangkan, Nasdem menerapkan sistem survei kolektif yang biayanya di tanggung masing-masing peserta dalam penjaringan bakal calon Gubernur Bupati/walikota dalam pemilihan serentak periode 2020-2025. Pembebanan biaya survei kepada bakal calon itu dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama antara seluruh bakal calon melalui perjanjian dan kesepakatan. “Untuk besaran biaya yang dibayar tiap kandidat tertuang dalam kesepakatan antara calon dengan partai,” ungkapnya.

Masadi membantah Survey yang dilakukan tersebut hanya diperioritaskan kepada salah satu pasangan yang sudah menyelesaikan pembiayaan survey. “Meskipun pasangan tersebut sudah menyelesaikan pembiayaan untuk survey, tidak berarti akan menjadi Bacalon yang akan diusung Nasdem nantinya,” tegasnya. **