Pemerintahan

Abdul Hamid : 10 Hari Pertama Kampanye Kondusifitas KSB Masih Aman

 

Taliwang, – Tahapan pelaksanaan kampanye dalam rangka pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) serentak 2020 sudah melewati 10 hari pertama.

Secara keseluruhan, hasil pemantauan serta pengawasan secara langsung yang dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), jika belum ada hal yang dapat menjadi potensi konflik ditengah masyarakat. “Pada 10 hari pertama pelaksanaan kampanye, kondusifitas daerah masih sangat terjaga dan aman,” kata Abdul Hamid S.Pd selaku kepala Bakesbangpol saat dikonfirmasi media ini, Kamis 8/10 kemarin.

Abdul Hamid juga mengatakan bahwa terjaganya kondusifitas daerah memang tidak bisa lepas dari peran masyarakat secara langsung, termasuk pasangan calon yang saat melaksanakan kampanye tetap memperhatikan aturan yang ditetapkan pihak penyelenggara Pilkada. “Semoga kita semua bisa mengambil peran masing-masing dalam pelaksanaan Pilkada ini dengan tetap memperhatikan kondusifitas daerah,” harapnya.

Masih keterangan Abdul Hamid, cara kampanye yang dilakukan satu-satunya pasangan calon Bupati KSB, Dr Ir H W Musyafirin, MM – Fud Syaifuddin, ST diketahui menjadi salah satu hal yang sangat efektif dan tidak akan memunculkan potensi konflik ditengah masyarakat. “Kita ketahui semua bahwa cara kampanye yang dilakukan sangat sederhana, dimana pasangan calon bersama tim pemenangan bertemu warga dengan jumlah maksimal 50 orang, sehingga tidak akan muncul potensi konflik,” lanjutnya.

Selain terus melakukan pemantauan terhadap aktifitas kampanye untuk mengetahui tingkat kondusifitas daerah, Bakesbangpol masih melakukan sosialisasi serta ajakan kepada masyarakat agar menggunakan hak politik pada hari pencoblosan 9 Desember 2020 mendatang. “Kami masih tetap melaksanakan sosialisasi tentang Pilkada. Hal itu sebagai upaya membantu penyelenggara agar tingkat partisipasi pemilih sesuai target yang ditetapkan,” ungkapnya.

Diakhir keterangannya, Abdul Hamid mengajak semua komponen masyarakat untuk bersama menyukseskan Pilkada KSB dengan tetap memperhatikan kondusifitas daerah, karena konflik yang muncul justru akan merugikan masyarakat itu sendiri. “Kami sudah sangat yakin bahwa masyarakat KSB sadar bahwa konflik yang terjadi akan merugikan semua pihak, jadi mari bersama mempertahankan zero horizontal konflik,” ajaknya. **