Sosbud

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran, DKP KSB Operasi Pangan Murah

Taliwang, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP), menggelar operasi pangan murah untuk menjual beberapa kebutuhan masyarakat, seperti, beras, telur dan gula. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu 5/5 kemarin itu dipusatkan di Alun-Alun Kota Taliwang.

Nurdin S.pt selaku kabid distribusi dan cadangan pangan pada DKP KSB yang bertanggung jawab atas pelaksanaan operasi pangan murah saat dikonfirmasi media ini dilokasi menuturkan, jika kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya pemerintah dalam menekan dan mengantisipasi terjadinya lonjakan harga menjelang perayaan Idul Fitri. “Ini salah satu cara pemerintah untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga sejumlah kebutuhan masyarakat menjelang lebaran,” ucapnya.

Dikesempatan itu Nurdin mengakui bahwa animo masyarakat mendatangi lokasi pelaksanaan pasar murah cukup tinggi. Hal itu membuktikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan itu memang dibutuhkan oleh masyarakat, lantaran kebutuhan bahan pokok menjelang lebaran sangat tinggi. “Semua barang yang kami jual tidak bertahan lama atau langsung habis diserbu pembeli,” ungkapnya.

Aktifitas opersi pangan murah yang dilaksanakan tidak berlangsung lama lantaran jumlah bahan pokok yang dijual tidak banyak, yaitu, beras 500 kg, gula 400 kg dan telur 800 kg. “Berhubungan stok tidak banyak dan harga jual cukup murah, maka operasi tidak berlangsung lama,” akunya.

Mengingat jumlah bahan pokok yang terbatas untuk dijual, Nurdin memastikan bahwa pihaknya melakukan pembatasan pembelian. Hal itu dilakukan supaya banyak warga bisa menikmati program pasar murah tersebut. “Warga yang datang ingin memborong, lantaran semua yang dijual dengan harga sangat murah,” ungkapnya.

Nurdin mengakui jika untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga, pihaknya harus melaksanakan beberapa kali kegiatan pasar muran dan juga bukan hanya di pusat kota, tetapi keterbatasan anggaran yang membuat pihaknya tidak bisa melaksanakan beberapa kali. “Memang harus dilaksanakan beberapa kali dan tersebar pada beberapa kecamatan, sehingga tujuan untuk menekan lonjakan harga bisa dirasakan,” lanjutnya. **