Pemerintahan

150 Orang Warga KSB Jadi Peserta Pelatihan Budidaya dan Pembesaran Ikan Lele

Taliwang, – 150 orang warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang merupakan pelaku pembudidaya ikan, telah dilibatkan untuk menjadi peserta dalam pelatihan budidaya ikan lele. Pelatihan yang dilaksanakan secara virtual itu dipusatkan dalam lingkup Dinas Perikanan KSB.

Kegiatan yang merupakan program antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan komisi IV DPR RI itu, berlangsung selama dua hari, Jum’at-Sabtu, lantaran para peserta akan mendapatkan praktek dan cara melakukan pembudidaya yang baik khusus lele. “Peserta bukan hanya mendapatkan pelatihan dalam bentuk teori, tetapi juga ada praktek secara langsung,” kata Slamet Riadi, SP, M.Si selaku sekretaris Dinas Perikanan KSB, saat dikonfirmasi media ini, kemarin.

Dikesempatan itu Meta sapaan akrabnya tidak membantah, jika yang dilibatkan sebagai peserta bukan hanya para pelaku pembudidaya ikan lele, tetapi juga ada warga yang selama ini sebagai pembudidaya ikan nila, ikan mujair dan sejumlah jenis ikan tawar lainnya. “Selain jumlah peserta yang diminta cukup banyak, kami juga berharap para pelaku pembudidaya ikan air tawar mau menjadi pembudidaya ikan lele,” lanjutnya.

Masih keterangan Meta, sosialisasi dan dirangkai dengan praktek ini juga diharapkan menjadi awal munculnya para pelaku pembudidaya ikan lele, mengingat jumlah permintaan setiap hari cukup tinggi, namun stok yang terproduksi oleh pelaku pembudidaya masih kurang. “Kami apresiasi kepada pihak Kementerian, termasuk Johan Rosihan selaku anggota DPR RI yang memberikan program tersebut,” tuturnya.

Disampaikan Meta bahwa ada beberapa cara dalam melakukan budidaya lele. Diantaranya sistem bioflok yang diakui dapat menghasilkan kualitas ikan lebih baik dan higienis. Ikan yang dibudidayakan dengan sistem bioflok, rasa dagingnya juga lebih enak. “Dengan sistem bioflok, budidaya bisa diterapkan di lahan sempit dan kolam yang kecil, memiliki padat tebar yang tinggi dan kolamnya tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. Tak hanya itu, budidayanya dapat dilakukan pada tempat tertutup, lebih hemat lahan, air dan pakan, serta produktivitasnya tinggi,” terangnya.

Dalam pertemuan itu juga disampaikan sistem budidaya lele dengan menggunakan tarpal. Sistem itu juga dinilai bagus dan tidak menjadi masalah, termasuk menggunakan tambak tanah. “Harapan besar kami dengan adanya pelatihan ini, dapat memancing masyarakat untuk mau menjadi pelaku pembudidaya khusus lele,” harapnya. **