Pendidikan

Dikbud KSB Pastikan PPDB SD Terapkan Protokol Kesehatan

Taliwang, – Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah mulai membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memastikan bahwa satuan pendidikan itu menerapkan protokol kesehatan bagi wali murid yang datang untuk mengambil formulir pendaftaran.

“Untuk memastikan bahwa tahapan PPDB menerapkan protokol kesehatan, kami melakukan pemantauan serta pengecekan secara langsung, meskipun sebelumnya telah disampaikan kepada semua kepala sekolah tentang kewajiban penerapan protokol kesehatan,” ucap Suarman, MM selaku kabid pembinaan SD pada Dikbud KSB, saat dikonfirmasi media ini pada Kamis 4/6 kemarin.

Disampaikan Suarman, ketegasan untuk menerapkan protokol kesehatan tertuang juga dalam Petunjuk Tekhnis (Juknis) yang telah diterbitkan Dikbud KSB sejak Maret lalu. “Pemerintah sudah mengantisipasi adanya kerumunan wali murid saat tahapan PPDB, sehingga dalam Juknis disampaikan bahwa satuan pendidikan harus melaksanakan PPDB secara online,” lanjutnya.

Diakui juga bahwa tidak semua sekolah dapat melaksanakan PPDB secara online, terutama untuk pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran, sehingga Dikbud KSB harus melakukan pemantauan dan pengecekan. “Sebenarnya semua sekolah sudah sangat memahami tentang kewajiban menerapan protokol kesehatan selama PPDB. Terbukti saat pengecekan lapangan tidak terlihat adanya kerumunan wali murid dan terpenting juga yang datang ke sekolah menggunakan masker,” akunya.

Dikesempatan itu Suarman mengakui ada beberapa sekolah didatangi wali murid, karena diwaktu yang bersamaan ada pelaksanaan ulangan semester, dimana wali murid dimaksud datang untuk mengambil soal ulangan. “Memang ada sekolah yang mengijinkan wali murid datang ke sekolah untuk mengambil soal ulangan, lantaran jumlah murid yang cukup banyak sampai tidak bisa didatangi ke rumah masing-masing. Hal itu yang membuat beberapa sekolah ada kunjungan wali murid,” tandasnya.

Masih keterangan Suarman, pihak Dikbud sebenarnya meminta kepada sekolah untuk mengantar soal ulangan ke rumah masing-masing siswa dan melakukan pengawasan secara langsung, namun jumlah guru pada sekolah dimaksud tidak mencukupi, belum ada pihak sekolah saat ini sedang disibukan dengan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang pembelajaran di musim Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). **