Upaya Meningkatkan Pelayanan, Tim PKRS RSUD Asy-Syifa Gelar Penyuluhan

Taliwang, – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa milik pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terus membuktikan komitmen dalam meningkatkan layanan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan meningkatkan kemampuan para tenaga medis itu sendiri.

Melalui Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), telah dilaksanakan penyuluhan interaktif dengan menghadirkan dua orang nara sumber. Masing-masing, Kalsum, SKM, M.M.Inov dengan mengusung topik “Kartu KSB Maju: KSB Maju Kesehatan”. Sementara dr. Efendy Richi Sirait selaku Residen Penyakit Dalam menyampaikan tentang Bahaya Hibertensi.

Mengingat kegiatan dimaksud untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta mendorong perilaku hidup sehat guna menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif, maka yang semangat bertanya bukan hnaya tenaga medis, tetapi juga dikuti masyarakat yang kebetulan berada dalam areal RSUD Asy-Syifa (keluarga pasien).

Andy Suhaeri MM.Inov selaku Direktur RSUD Asy Syifa menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan dalam lingkup RSUD Asy-Syifa bukan hanya layanan, tetapi juga memberikan edukasi serta pengetahuan kepada masyarakat yang kebetulan berada dalam areal RSUD. “Melalui Unit PKRS, telah dilakukan pendekatan interaktir dengan metode penyuluhan, sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan kesempatan itu bisa bertanya apa saja,” tuturnya.

Sebagai informasi, Kalsum sebagai salah satu nara sumber memberikan penjelasan secara terang tentang berbagai manfaat kartu KSB Maju, dimana program tersebut adalah bentuk komitmen Pemerintah KSB dalam memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Program itu sendiri diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.

Sementara dr. Efendy Richi Sirait menekankan tentang bahaya hipertensi atau tekanan darah tinggi, karena merupakan salah satu penyakit yang sering tidak disadari namun berisiko tinggi menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Dalam penyuluhan itu mengajak peserta untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. **